Minggu, 06 Maret 2011

DIALOG INTERAKTIF


DIALOG INTERAKTIF


Topik                          : Berburu Teroris
Stasiun TV                  : Metro TV
Nara Sumber              : Sujarwo
Tanggal Penayangan : 19 – 10 – 20009

Pewancara                  : Apakah bapak tidak tahu kalau dirumah Pak Mubasir ada
seseorang yang mirip dengan Nurdi M Top
Pak Sujarwo               : Saya tidak tahu bahwa di rumah Pak Mubasir ada orang yang
mirip dengan Nurdin M Top. Dan wargapun tidak ada yang tahu
Pewawancara              : Mengapa warga tidak ada yang tahu?
Pak Sujarwo               : Karena pintu Rumah Pak Mubasir selalu tertutup sehingga
orang – orang tidak ada yang tahu bahwa di situ ada orang yang mirip dengan Nurdin M Top.
Pewawancara              : Kapan polisi menyergap tempat tersebut
Pak Sujarwo               : Hari Jum’at sehabis Jum’at
Pewawancara              : Apakah tidak ada yang mencurigakan di rumah Pak Mubasir
Pak Sujarwo               : Tidak ada yang mencurigakan sama sekali dari Pak Mubasir
  dia hanya seorng penjual Es
Pewawancara              : Apakah polisi menemukan orang yang yang mirip Nurdin M Top
Pak Sujarwo               : Polisi menemukan orang yang mirip Nurdin M Top tersebut di dalam
  rumah Pak Mubasir. Lalu orang itu (Nurdin M Top) dan Pak Mubasir sempat lari kebelakang karena tahu ada polisi. Lalu polisi menembak orang yang mirip atau disangka – sangka sebagai Nurdin M Top dan dia mati seketika.
Pewawancara              : Lalu apa yang di lakukan oleh polisi atau tim anti teror?
Pak Sujarwo               : Polisi membawa orang yang mirip Nurdin M Top tersebut kerumah
sakit untuk disamakan seketsa wajahnya Nurdin M Top.
Pewawancara              : Polisi tidak terkejut waktu melihat seketsa wajah tersebut?
Pak Sujarwo               : Polisi terkejut ternyata yang ditembak tim anti teror itu bukan Nurdin
M Top
Pewawancara              : Apakah ada yang yang berbeda di wajahnya Nurdin M Top?
Pak Sujarwo               : Orang yang disangka Nurdin M Top tersebut emang mirip dari wajah
Nurdin M Top
Pewawan cara : Lalu gimana tindakan polisi selanjutnya?

Pak Sujarwo               : Polisi mengumumkan bahwa yang ditembak mati terebut bukan
Nurdin M Top, dan polisi kan terus memburu Nurdin M Top atas pengeboman Hotel JW Meriet
Pewawancara              : Apakah polisi bertanggung jawab atas hal ini
Pak Sujarwo               : Polisi akan bertanggung jawab atas kematian orang tersebut.
Pewawancara              : Kalau begitu terima kasih atas penjelasannya
Pak Sujarwo               : Sama – sama


Kesimpulan                : Jadi orang yang ditembak mati oleh Tim Teror di Solo tersebut
bukan Nurdin M Top



























CERPEN



SILUMAN BUAYA





















OLEH :

AGIE MAULANA         (03)
IX F

Diajukan Untuk Memenuhi Tuga Bahasa Indonesia


MADRASAH Tsanawiyah NEGERI SRONO
ALAMAT ; Jl Raya 171 Srono – Banyuwangi
SILUMAN BUAYA


            Dahulu kala ada sebuah desa, Lurahnya di Desa tersebut memintak pertolongan kepada penunggu rawa yakni Siluman Buaya. Pak lurah memintak pertolongan kepada siluman buaya tersebut agar desanya makmur dan dia menjadi lebih kaya. Lalu Pak Lurah di tolong oleh Siluman Buaya tersebut tapi ada syaratnya Pak Lurah harus memberikan seorang bayi setiap malam Jum’at. Siluman Buaya tersebut bernama Dewata Sengkar. Lalu Pak Lurah memenuhi Syarat tersebut. Kemudaian pas Malam Jum’at. Dia melaksanakan persyaratan yang diberikan oleh Siluman Buaya tersebut. Terus menerus Pak Lurah menculik bayi untuk diberikan kepada siluman buaya tersebut lama – kelamaan bayi didesa tersebut habis diculik oleh pak lurah untuk diserahkan kepada siluman buaya tersebut. Tinggal cucunya Pak Lurah satu – satunya bayi di desa tersebut lalu cucunya pak lurah di bawah ke rawa untuk desrahkan kepada siluman buaya sesampai di jalan Pak Lurah di hadang oleh seseorang yang bernama Ajisaka. Ajisaka memintak agar bayi itu tidak diserahkan kepada Siluman Buaya.
            Pak lurah tidak mau lalu mengawal Pak Lurah mengeroyok Ajisaka satu – persatu dikalahkan olh Ajisaka lalu pak lurah menuruti permintaan Ajisaka. Lalu Siluman Buaya tersebut akan di hadapi oleh Ajisaka. Sebelum Ajisaka menghadapi siluman buaya tersebut, Ajisaka berubah menjadi menjadi anak kecil yang sekitar umur 7 tahun sebagai umpan siluman buaya tersebut. Lalu  Ajisaka diserahkan kepada siluman Buaya tersebut untuk dimakan oleh siluman buaya. Sebelum Ajisaka dimakan! Ajisaka memintak sebidang tanah seluas sorban Ajisaka, lalu siluman buaya tersebut menuruti permintaan Ajisaka sebelum dimakan. Setelah sorban tersebut ditaroh di tanah yang dimintak oleh Ajisaka, Sorban tersebut memanjang dan Ajisaka menyerang Siluman Buaya tersebut, dan dia berkelahi. Lalu Ajisaka mengikatkan sorbannya kepada siluman buaya tersebut dan dipukuli hingga siluman buaya tersebut mati. Beberapa saat kemudian arouh Siluman Buaya tersebut berkata “ Kau akan menerima balasan dari perbuatan kamu Ajisaka”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar